Aksi Nyata
Modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak bagi Murid
DEDI (Daily English Diary)
Peristiwa ( Facts )
Latar Belakang
Efek dari pandemi covid -19 yang melanda dunia 2 tahun terakhir
sungguh terasa di dunia pendidikan terutama pembelajaran yang mengandalkan
interaksi antar guru dan murid seperti bahasa asing. Sebagian besar sekolah
yang menerapkan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah
barang tentu membuat interaksi antar guru dan murid sangat terbatas. Seharusnya
kemajuan teknologi membuka akses yang besar bagi murid untuk belajar bahasa
asing (baca: Bahasa Inggris) dengan mudah. Namun pada kenyataannya sebagian
besar murid terlalu malas ‘belajar’ bahasa asing melalui internet. Pun di
sekolah tempat CGP mengajar, murid tidak termotivasi untuk belajar Bahasa
Inggris secara mandiri melalui internet. Sebagai akibatnya, ketika pembelajaran
luring diberlakukan, anak yang kemampuan Bahasa Inggris pada saat tes
menggunakan google form bagus ternyata kemampuannya secara nyata sangat jauh
dari yang diharapkan. Seperti diketahui bersama bahwa kunci dari bahasa adalah
kosa kata. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai, semakin besar kemampuan
orang untuk berbicara menggunakan bahasa dengan kosa kata tersebut. Sebagian
besar murid di sekolah CGP kemampuan kosa katanya sangat rendah.
Alasan melakukan aksi
Rendahnya kosa kata yang dikuasai sebagian besar murid di sekolah
CGP membuatnya berinisiatif untuk
memunculkan program yang memfasilitasi anak untuk mendapatkan kosa kata tanpa
merasa terkekang atau terpaksa belajar. Seorang penyair bernama Pramoedya
Ananta Toer berkata ‘jika ingin melihat dunia maka membacalah, jika ingin
dikenal dunia maka menulislah.’ Dari kata-kata beliau tercermin bahwa
membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang sama-sama memberi dampak yang
positif bagi pelakunya. Logikanya, untuk
menguasai kosa kata dalam Bahasa Inggris, seyogyanya murid banyak membaca teks
dalam Bahasa Inggris. Namun karena kegiatan ini sangat sulit dilihat tolok
ukurnya, maka penulis membuat program menulis diary dalam Bahasa Inggris dan
mendiskusikannya dengan perwakilan murid untuk memunculkan student agency
(kepemimpinan murid) dan guru Bahasa Inggris tingkat MGMP sekolah, Kepala
Sekolah sebagai pemegang kebijakan serta stakeholder bidang literasi
Aksi Nyata yang dilakukan
Dalam proses pengelolaan program yang berdampak bagi murid ini CGP melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah sebagai
pemegang kebijakan sekolah mengenai program ‘DEDI’ dan selanjutnya bersama rekan sejawat (guru Bahasa Inggris)
dan komunitas praktisi literasi di sekolah merancang bagaimana program menulis diary dalam Bahasa Inggris ini dapat berhasil mencapai tujuan akademik dan non
akademik murid. CGP juga melakukan dialog dengan rekan sejawat (guru Bahasa
Inggris) untuk mengidentifikasi interaksi
sosial murid dengan teman/ guru Bahasa Inggris dalam Bahasa tersebut secara
positif, arif dan bijaksana.
CGP bersama perwakilan
murid dari tiap kelas melakukan curah pendapat mengenai bentuk diary yang diinginkan
murid untuk mempromosikan student agency. Selanjutnya CGP menyediakan ruang dialog untuk murid di tiap jenjang kelas membahas
mimpi dan dampaknya dalam program
ini serta menyediakan ruang dialog untuk guru,
rekan sejawat dan komunitas praktisi literasi untuk membahas jawaban-jawaban murid
Komitmen dari murid penting dalam pelaksanaan
program ini dalam keseharian. Mereka
dapat menentukan bagaimana
cara terbaik yang
menarik dan menyenangkan bagi
mereka. Namun demikian mereka juga difasilitasi untuk mengorganisasi proses penentuannya di antara mereka dengan memberi wewenang pada murid
yang membawahi temannya untuk mengadakan koordinasi dan tata cara pelaksanaan
program maupun pengumpulan diary
Gambar 1 : Diskusi dengan Kepala Sekolah mengenai program yang berpihak pada murid
Gambar 3 : Curah pendapat dengan rekan guru Bahasa Inggris tingkat MGMPS dan komunitas praktisi literasi.
Gambar 4 : Contoh produk ‘DEDI’_diary murid
Perasaan ( Feelings )
CGP sebagai guru Bahasa Inggris merasa tertantang dan termotivasi
untuk membuat dan mengelola program yang berdampak positif bagi murid sebagai
bentuk perwujudan student agency (kepemimpinan murid). Program ini diharapkan
tidak hanya berdampak bagi diri CGP sendiri karena murid yang meningkat kosa
katanya namun juga bagi murid. Dengan penerapan program intra-kurikuler ‘DEDI’,
murid bisa lebih bahagia menguasai kosa kata dalam Bahasa Inggris tanpa merasa
tertekan dan terkesan belajar karena mereka bisa menulis diary dengan gaya yang
mereka inginkan (voice); memilih kegiatan/aktifitas yang ingin mereka tulis
(choice); serta menjalankan program menulis diary tanpa paksaan (ownership)
sehingga terwujud kharakter lingkungan yang melatih ketrampilan yang dibutuhkan
murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non akademiknya dan kharakter lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial
secara positif, arif dan bijaksana
Pembelajaran ( Findings )
CGP menerapkan cara membuat dan mengelola program yang berdampak
pada murid dengan harapan dapat mewujudkan pendidikan
yang bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.melalui
tahapan-tahapan yang telah dipelajari di modul 3.3 ini antara lain: memetakan
aset; menentukan strategi dengan tahapan BAGJA; mengelola resiko ( manajemen
resiko) menerapkan prinsip monitoring dan evaluasi.
Penerapan ( Future )
Ada beberapa hal yang ingin diterapkan CGP dalam setiap pembuatan
dan pengelolaan program di masa depan yakni selalu mengedepankan student agency
(kepemimpinan murid) dan juga menerapkan tahapan-tahapan seperti memetakan
aset; menentukan strategi dengan ‘BAGJA’; mengelola resiko ( manajemen resiko) sehingga
bisa meminimalisir efek negative dari program yang dibuat; menerapkan prinsip
monitoring dan evaluasi sehingga terwujud mimpi murid yang bertindak secara
aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab bukan sekedar
menerima apa yang ditentukan oleh orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar