Rabu, 22 Juni 2022

DEDI (Daily English Diary)

 

Aksi Nyata

Modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak bagi Murid

DEDI (Daily English Diary)

 

 

 

Peristiwa ( Facts )

Latar Belakang

Efek dari pandemi covid -19 yang melanda dunia 2 tahun terakhir sungguh terasa di dunia pendidikan terutama pembelajaran yang mengandalkan interaksi antar guru dan murid seperti bahasa asing. Sebagian besar sekolah yang menerapkan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah barang tentu membuat interaksi antar guru dan murid sangat terbatas. Seharusnya kemajuan teknologi membuka akses yang besar bagi murid untuk belajar bahasa asing (baca: Bahasa Inggris) dengan mudah. Namun pada kenyataannya sebagian besar murid terlalu malas ‘belajar’ bahasa asing melalui internet. Pun di sekolah tempat CGP mengajar, murid tidak termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris secara mandiri melalui internet. Sebagai akibatnya, ketika pembelajaran luring diberlakukan, anak yang kemampuan Bahasa Inggris pada saat tes menggunakan google form bagus ternyata kemampuannya secara nyata sangat jauh dari yang diharapkan. Seperti diketahui bersama bahwa kunci dari bahasa adalah kosa kata. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai, semakin besar kemampuan orang untuk berbicara menggunakan bahasa dengan kosa kata tersebut. Sebagian besar murid di sekolah CGP kemampuan kosa katanya sangat rendah.

Alasan melakukan aksi

Rendahnya kosa kata yang dikuasai sebagian besar murid di sekolah CGP membuatnya berinisiatif  untuk memunculkan program yang memfasilitasi anak untuk mendapatkan kosa kata tanpa merasa terkekang atau terpaksa belajar. Seorang penyair bernama Pramoedya Ananta Toer berkata ‘jika ingin melihat dunia maka membacalah, jika ingin dikenal dunia maka menulislah.’ Dari kata-kata beliau tercermin bahwa membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang sama-sama memberi dampak yang positif  bagi pelakunya. Logikanya, untuk menguasai kosa kata dalam Bahasa Inggris, seyogyanya murid banyak membaca teks dalam Bahasa Inggris. Namun karena kegiatan ini sangat sulit dilihat tolok ukurnya, maka penulis membuat program menulis diary dalam Bahasa Inggris dan mendiskusikannya dengan perwakilan murid untuk memunculkan student agency (kepemimpinan murid) dan guru Bahasa Inggris tingkat MGMP sekolah, Kepala Sekolah sebagai pemegang kebijakan serta stakeholder bidang literasi

 

 

Aksi Nyata yang dilakukan

Dalam proses pengelolaan program yang berdampak bagi murid ini CGP melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah sebagai pemegang kebijakan sekolah mengenai program ‘DEDI’ dan selanjutnya  bersama rekan sejawat (guru Bahasa Inggris) dan komunitas praktisi literasi di sekolah merancang bagaimana program menulis diary dalam Bahasa Inggris  ini dapat berhasil mencapai tujuan akademik dan non akademik murid. CGP juga melakukan dialog dengan rekan sejawat (guru Bahasa Inggris) untuk mengidentifikasi interaksi sosial murid dengan teman/ guru Bahasa Inggris dalam Bahasa tersebut secara positif, arif dan bijaksana.

 

CGP bersama perwakilan murid dari tiap kelas melakukan curah pendapat mengenai bentuk diary yang diinginkan murid untuk mempromosikan student agency. Selanjutnya CGP menyediakan ruang dialog untuk murid di tiap jenjang kelas membahas mimpi dan dampaknya dalam program ini serta menyediakan ruang dialog untuk guru, rekan sejawat dan komunitas praktisi literasi untuk membahas jawaban-jawaban murid

 

Komitmen dari murid penting dalam pelaksanaan program ini dalam keseharian. Mereka dapat menentukan bagaimana cara terbaik yang menarik dan menyenangkan bagi mereka.  Namun demikian mereka juga difasilitasi untuk mengorganisasi proses penentuannya di antara mereka dengan memberi wewenang pada murid yang membawahi temannya untuk mengadakan koordinasi dan tata cara pelaksanaan program maupun pengumpulan diary


Gambar 1 : Diskusi dengan Kepala Sekolah mengenai program yang berpihak pada murid


 Gambar 2: Curah pendapat dengan perwakilan  murid untuk mempromosikan voice, choice dan ownership.


Gambar 3 : Curah pendapat dengan rekan guru Bahasa Inggris tingkat MGMPS dan komunitas praktisi literasi.


Gambar 4 : Contoh produk ‘DEDI’_diary murid

Perasaan ( Feelings )

CGP sebagai guru Bahasa Inggris merasa tertantang dan termotivasi untuk membuat dan mengelola program yang berdampak positif bagi murid sebagai bentuk perwujudan student agency (kepemimpinan murid). Program ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi diri CGP sendiri karena murid yang meningkat kosa katanya namun juga bagi murid. Dengan penerapan program intra-kurikuler ‘DEDI’, murid bisa lebih bahagia menguasai kosa kata dalam Bahasa Inggris tanpa merasa tertekan dan terkesan belajar karena mereka bisa menulis diary dengan gaya yang mereka inginkan (voice); memilih kegiatan/aktifitas yang ingin mereka tulis (choice); serta menjalankan program menulis diary tanpa paksaan (ownership) sehingga terwujud kharakter lingkungan yang melatih ketrampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non akademiknya dan kharakter lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana

Pembelajaran ( Findings )

CGP menerapkan cara membuat dan mengelola program yang berdampak pada murid dengan harapan dapat mewujudkan pendidikan yang bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.melalui tahapan-tahapan yang telah dipelajari di modul 3.3 ini antara lain: memetakan aset; menentukan strategi dengan tahapan BAGJA; mengelola resiko ( manajemen resiko) menerapkan prinsip monitoring dan evaluasi.

Penerapan ( Future )

Ada beberapa hal yang ingin diterapkan CGP dalam setiap pembuatan dan pengelolaan program di masa depan yakni selalu mengedepankan student agency (kepemimpinan murid) dan juga menerapkan tahapan-tahapan seperti memetakan aset; menentukan strategi dengan ‘BAGJA’; mengelola resiko ( manajemen resiko) sehingga bisa meminimalisir efek negative dari program yang dibuat; menerapkan prinsip monitoring dan evaluasi sehingga terwujud mimpi murid yang bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab bukan sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar